Skripsi
ASOSIASI ANTARA PROSEDUR ANTERIOR CERVICAL DISCECTOMY FUSION STAND ALONE CAGE (ACDF-SAC) DAN CAGE AND PLATE AUGMENTATION (ACDF-CPA) DENGAN FUSION RATE PADA PASIEN SINGLE LEVEL DEGENERATIVE SUBAXIAL CERVICAL STENOSIS DI RSMH PALEMBANG
SAC dan CPA merupakan prosedur ACDF yang sering dilakukan pada pasien dengan stenosis kanalis servikalis. Kedua metode prosedur pembedahan tersebut menunjukkan fusion rate yang sebanding. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asosiasi antara prosedur ACDF-SAC dan ACDF-CPA dengan fusion rate pada single level degenerative subaxial cervical stensosis di Rumah Sakit Umum Dr Mohammad Hoesin Palembang. Studi analitik observasional dengan desain cohort retrospective menggunaka data rekam medis pasien telah dilakukan sejak Februari – Maret 2025 di Departemen Bedah dan Rekam Medis Rumah Sakit Umum dr. Muhammad Hoesin, Palembang. Didapatkan 21 sampel pasien cervical stenosis yang mendapatkan terapi prosedur pembedahan ACDF-SAC dan ACDF-CPA dalam dalam periode waktu Juni 2022 hingga Juni 2024. Dari 21 sampel, 11 sampel menjalani prosedur ACDF-CPA dan 10 sampel lainnya menjalani prosedur ACDF-SAC. Tidak terdapat perbedaan usia (p = 0,056); jenis kelamin (p = 0,635) dan indeks massa tubuh (p = 0,708). Namun, terdapat perbedaan level operasi (p = 0,010); jumlah perdarahan (p = 0,000) dan lama rawat (p = 0,015) antara kedua prosedur tersebut. Pasien dengan prosedur ACDF-SAC memiliki kemungkinan 2 kali untuk mengalami fusi setelah 6 bulan dibandingkan pasien dengan prosedur ACDF-CPA namun tidak bermakna secara statistik (RR = 2,000 (IK95% 1,290 – 3,100); p = 1,000). Pasien dengan prosedur pembedahan ACDF-CPA memiliki jumlah perdarahan dan lama rawat yang lebih lama dibandingkan pasien dengan prosedur pembedahan ACDF-SAC. Namun, tidak terdapat perbedaan fusion rate 6 bulan antara pasien dengan prosedur ACDF-SAC dan ACDF-CPA.