Skripsi
ANALISIS PENGARUH ABRASI TERHADAP PERUBAHAN GARIS PANTAI WILAYAH PESISIR PANTAI BURONG MANDI- BELITUNG TIMUR
Pantai Burong Mandi adalah sebuah pantai yang berada di Desa Wisata Kecamatan Damar Kabupaten Belitung Timur. Potensi pariwisata yang dimiliki merupakan kawasan yang sangat menarik. Sayangnya, pada awal tahun 2023 terjadi abrasi yang cukup merusak fasilitas infrastruktur sepanjang Pantai, baik bangunan fasilitas umum maupun individu Masyarakat. Abrasi yang terjadi membuat garis Pantai berubah lebih mendekati daratan. Penyebab abrasi adalah faktor alam yaitu gelombang laut yang disebabkan oleh perubahan arah angin yang menyebabkan terjadinya gelombang laut tinggi. Dari Kejadian tersebut mengakibatkan banyak fasilitas wisata rusak dan jika tidak diantisipasi akan mengakibatkan Masyarakat nelayan akan kehilangan tempat mencari nafkah. Untuk mengetahui besarnya perubahan garis pantai dapat dipantau secara berkala menggunakan beberapa pendekatan ilmiah. Salah satu cara yang biasa dilakukan adalah dengan menggunakan interpretasi citra penginderaan jauh atau interpretasi citra Satelit. Pemanfaatan Teknik NDWI (Normalize Digital Water Indeks), adalah salah satu Teknik yang banyak digunakan untuk memisahkan antara tubuh air dengan objek lainnya. Dengan menggunakan algoritma saluran (Band) Infra merah dekat/ SWIR, Band 3 (hijau) dan Band 5, pada Citra Landsad TM 7 dan TM 8 OLI, maka interpretasi perbedaan kenampakan yang menunjukkan garis pantai akan terlihat dengan jelas dan mudah di Indentifikasi dengan menarik garis batas antara warna putih dan gelap. Untuk memperjelas dan membuktikan bahwa perubahan garis pantai telah terjadi, dilakukan dengan melakukan perhitungan analisis gelombang ekstrim, sehingga diketahui besarnya perubahan panjang garis pantai. Hasil interpretasi Citra Satelit TM 7 Tahun 2012, wilayah penelitian, diperoleh perubahan sebesar 7,178 km, sementara berdasarkan Interpretasi Citra Satelit TM 8 + OLI Tahun 2024 dan perhitungan Gelombang wilayah penelitian, diperoleh Panjang garis pantai, sebesar 7,259 km. sementara, untuk besaran abrasi tahun 2012 hingga tahun 2024 diperoleh angka -95,33 m dengan laju rata rata pertahunnya 8,61 m. sementara berdasarkan pemodelan gelombang dan arus didapatkan kondisi kedalaman air saat pasang tertinggi di sekitar pantai Burong mandi berkisar 1 – 2 m msl dan pada saat kondisi air muka rata – rata, berkisar antara 0.5 -1 m. surut terendah posisi air mundur dari garis pantai hingga ke elevasi -1.2 m msl merupakan longshore sedimen transport. berdasarkan pemodelan gelombang dan arus didapatkan nilai tertinggi gelombang sebesar 4,778 m dari arah barat daya dan sampai ke pinggir Pantai pada ketinggian 0,5 m msl, untuk arah utara sampai ke pinggir Pantai sebesar 4,12 m dengan ketinggian tersisa 0,3 m. Dari pemodelan gelombang dengan ketinggian gelombang dapat merubah posisi garis Pantai. Semakin tinggi gelombang ekstrim besar kemungkinan abrasi yang terjadi juga semakin besar.
No other version available