Skripsi
HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP PERILAKU NARSISTIK REMAJA AKHIR DI UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status sosial ekonomi orang tua terhadap perilaku narsistik remaja akhir pada mahasiswa Universitas Sriwijaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan asosiatif dengan sampel sebanyak 101 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, serta korelasi Spearman Rho dengan bantuan SPSS 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status sosial ekonomi orang tua berada pada kategori tinggi, ditinjau dari dimensi kelas (71,1 persen), status (70,7 persen), dan kekuasaan (68,5 persen). Sementara itu, perilaku narsistik mahasiswa berada pada kategori sedang hingga tinggi, dengan dimensi narsisme megah mencapai 56,9 persen dan narsisme rentan mencapai 65,4 persen. Analisis inferensial menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara status sosial ekonomi orang tua dan perilaku narsistik, baik narsisme megah (r = 0,505; p < 0,05) maupun narsisme rentan (r = 0,344; p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa status sosial ekonomi orang tua menjadi salah satu konteks sosial penting terhadap kecenderungan narsistik remaja akhir, namun belum menjadi faktor dominan yang sepenuhnya menentukan pembentukan perilaku narsistik pada mahasiswa Universitas Sriwijaya. Kata kunci: Status Sosial Ekonomi, Perilaku Narsistik, Narsisme Megah, Narsisme Rentan, Remaja Akhir.
No other version available