Skripsi
PENGARUH TINGKAT PEMAHAMAN PETANI MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS L.) MENGENAI PESTISIDA DAN KEPATUHANNYA DALAM APLIKASI TERHADAP HAMA DAN PENYAKIT DI SUMATERA SELATAN.
Tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) di Indonesia tanaman mentimun ditanam pada daerah dataran rendah dan dataran. Dalam budidaya tanaman mentimun sering kali terdapat kendala seperti serangan penyakit dan hama. Pestisida yang sering digunakan dalam budidaya mentimun adalah agrimec, score, actara, marshal, antracol dan Antilat. Penggunaan pestisida dapat memiliki efek samping terhadap organisme non-target dan lingkungan jika tidak digunakan dengan benar. Oleh karna itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah petani mentimun menerapkan pengendalian hama dan penyakit secara tepat dan menggunakan pengendalian pestisida secara tepat pada tanaman mentimun yang dibudidayakan. Penelitian skripsi ini dilaksanakan dari bulan Agustus 2025 sampai selesai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode survei langsung di beberapa lahan mentimun di provinsi sumatera selatan. Observasi lahan petani dengan mengamati hama dan penyakit yang terdapat di lahan petani tersebut, lalu mencatat hasil, mengambil sampel tanaman yang terserang penyakit, dan mengambil dokumentasi dari survei lahan petani mentimun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman dan kepatuhan petani mentimun di Sumatera Selatan terhadap penggunaan pestisida tergolong cukup baik, namun pengaruhnya terhadap persentase dan intensitas serangan hama, penyakit, serta indeks keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi spesies sangat lemah.