Skripsi
HUBUNGAN ASUPAN KALIUM DENGAN KADAR KALIUM DARAH PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI RAWAT INAP DI RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG
Pasien Gagal Ginjal Kronis (GGK) sering mengalami gangguan keseimbangan elektrolit, termasuk kalium, sehingga meningkatkan risiko terjadinya hiperkalemia maupun hipokalemia. Kondisi tersebut membuat pasien menghindari makanan sumber kalium, meskipun kalium tetap diperlukan untuk mendukung fungsi tubuh, tetapi jika berlebihan juga dapat menimbulkan dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan kalium dengan kadar kalium darah pasien GGK yang menjalani rawat inap. Variabel independen (asupan kalium) dan variabel dependen (kadar kalium darah) didapatkan dengan pendekatan observasional analitik, desain penelitian yaitu cross-sectional. Sejumlah 43 responden diambil melalui metode purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji fisher exact. Data kadar kalium darah diperoleh dari rekam medis dan asupan kalium dari food recall 1x24 jam sebelum pemeriksaan kadar kalium darah. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia > 34 tahun (86%), berjenis kelamin perempuan (60,5%), berpendidikan SD/SMP (55,8%), tidak bekerja (81,4%), berada pada stadium 5 (69,8%), memiliki asupan kalium yang tidak sesuai (86,0%), serta kadar kalium darah yang tidak normal (53,5%). Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara asupan kalium dan kadar kalium darah (p = 1,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa kadar kalium darah pasien GGK tidak hanya dipengaruhi oleh asupan kalium dari makanan dan minuman saja, tetapi juga dari penggunaan obat-obatan diuretik, ARB, ACE inhibitor, serta stadium GGK. Penelitian ini merekomendasikan pengaturan asupan kalium pada pasien GGK dilakukan untuk memastikan asupan kalium tetap cukup. Saran dari penelitian ini sebaiknya pasien GGK tetap mengonsumsi sumber asupan kalium yang sesuai dengan kebutuhan, tetapi yang tidak tinggi kalium. Kata kunci: Asupan kalium, kadar kalium darah, gagal ginjal kronis, elektrolit Kepustakaan: 98 (2003-2025)