Skripsi
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA DI PT HAKAASTON AMP INDRALAYA
Stres kerja merupakan suatu kondisi ketegangan yang muncul ketika tuntutan pekerjaan melebihi kemampuan individu untuk mengatasinya, sehingga menimbulkan reaksi fisik, emosional, dan perilaku yang dapat memengaruhi kinerja seseorang. Stres kerja sering menjadi masalah psikososial pada lingkungan industri, terutama di bagian produksi yang memiliki beban kerja tinggi dan tekanan target yang ketat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan stres kerja pada pekerja di PT Hakaaston AMP Indralaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 262 pekerja, dan sampel sebanyak 75 responden diambil menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner The Workplace Stress Scale (WSS) untuk mengukur stres kerja dan NASA-TLX untuk mengukur tingkat beban kerja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres kerja kategori sedang sebanyak 55 orang (73,3%), sedangkan kategori rendah sebanyak 20 orang (26,7%). Berdasarkan hasil uji Chi-square diperoleh p-value = 0,006 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara beban kerja dengan stres kerja pada pekerja di PT Hakaaston AMP Indralaya. Hal ini berarti semakin tinggi beban kerja yang diterima pekerja, maka semakin tinggi pula tingkat stres kerja yang dialami. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dan stres kerja pada pekerja di PT Hakaaston AMP Indralaya. Oleh karena itu, disarankan agar perusahaan melakukan pengaturan beban kerja secara proporsional, memberikan waktu istirahat yang cukup, serta menerapkan program manajemen stres guna meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas kerja.
No other version available