Skripsi
POLICY LEARNING DAN COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM KEMITRAAN PELAYANAN PUBLIK DI MAL PELAYANAN PUBLIK KOTA PALEMBANG
Penelitian ini mengkaji policy learning dan collaborative governance yang memiliki peran dalam memperkuat kemitraan pelayanan publik di Mal Pelayanan Publik Kota Palembang guna meningkatkan efektivitas dan kualitas layanan. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif eksplanatori ini dilakukan dengan pendekatan studi penelitian dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana untuk menjelaskan proses policy learning dalam kerangka collaborative governance. Hasil temuan menunjukkan bahwa terjadi interaksi dinamis policy learning dan collaborative governance yang berfungsi sebagai mekanisme pembelajaran kelembagaan yang memperkuat kolaborasi, integrasi layanan, dan responsivitas kebijakan publik. Policy learning berfungsi sebagai mekanisme pembelajaran kolektif politik dan sosial yang memperkuat adaptasi kebijakan, kolaborasi antarinstansi, dan responsivitas pelayanan publik sementara collaborative governance berkembang sebagai mekanisme koordinasi lintas aktor yang adaptif, namun belum sepenuhnya didukung oleh keterlibatan setara, motivasi bersama yang kuat, dan kapasitas bertindak kolektif yang memadai. Keberhasilan kemitraan ditopang oleh kepemimpinan dan komitmen institusi, tetapi dibatasi oleh ketidakterpaduan SOP, regulasi, dan konsistensi kolaborasi antar instansi. Penelitian ini mengusulkan model pengembangan kemitraan pelayanan publik yang menekankan integrasi political learning, social learning, principle engagement, shared motivation, dan capacity for joint action sebagai fondasi penguatan kolaborasi lintas instansi guna mengatasi kesenjangan koordinasi, keterbatasan sumber daya, dan inkonsistensi komitmen dalam penyelenggaraan layanan terpadu. Berdasarkan hasil analisis penelitian, peneliti merekomendasikan Model Pilar CITRA sebagai kerangka pengembangan kemitraan pelayanan publik yang mengintegrasikan policy learning dan collaborative governance melalui lima pilar utama—Collaborative commitment, Interactive learning, Trust and transparency, Resource integration, dan Adaptive service actions—dalam suatu siklus pembelajaran berkelanjutan guna mewujudkan pelayanan publik yang adaptif, konsisten, dan berkelanjutan.
No other version available