Skripsi
TINGKAT RISIKO PENCEMARAN LOGAM BERAT (Pb, Zn, Cd dan Ni) DI SEDIMEN KAWASAN PADAT PENDUDUK PESISIR SUNGSANG, SUMATERA SELATAN
Pesisir Perairan Sungsang merupakan kawasan estuari dengan aktivitas antropogenik yang tinggi seperti permukiman padat penduduk, aktivitas domestik, serta lalu lintas kapal yang berpotensi mening katkan masukan logam berat ke lingkungan perairan. Sedimen berperan sebagai tempat akumulasi utama logam berat sehingga analisis terhadap sedimen diperlukan untuk mengetahui tingkat pencemaran dan risiko ekologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsentrasi logam berat Pb, Zn, Cd, dan Ni dalam sedimen, mengkaji hubungan antara fraksi sedimen dan akumulasi logam, serta menilai tingkat risiko ekologis menggunakan Igeo, CF dan PLI. Penelitian dilaksanakan pada September 2025 di empat stasiun pengamatan di kawasan padat penduduk Pesisir Sungsang. Analisis logam dilakukan di laboratorium UPTD DLHP Palembang menggunakan metode SNI logam berat pada sedimen, sementara analisis fraksi sedimen menggunakan rergresi linear digunakan untuk melihat pola keterkaitan dengan konsentrasi logam Berat. Penilaian risiko ekologis dilakukan berdasarkan nilai Igeo, CF, dan PLI. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi logam Pb sebesar 14,39-19,17 mg/kg, Cd 0,0171-0,263 mg/kg, Zn 56,57-64,95 mg/kg, dan Ni 9,222-10,22 mg/kg. Seluruh nilai berada di bawah baku mutu ANZECC dan ARMCANZ (2000), sehingga sedimen dikategorikan aman. Analisis fraksi sedimen memperlihatkan bahwa fraksi lempung memiliki korelasi positif dengan seluruh logam (Pb, Zn, Cd dan Ni), menandakan bahwa sedimen berbutir halus cenderung mengikat logam lebih tinggi. Sebaliknya, fraksi pasir dan lumpur menunjukkan korelasi negatif. Penilaian risiko ekologis menunjukkan bahwa seluruh nilai Igeo berada pada kategori tidak tercemar (Igeo < 0), nilai CF < 1 pada semua logam, serta nilai PLI berkisar 0,250–0,307. Hal ini menunjukkan tingkat kontaminasi rendah dan risiko ekologis minimal. Stasiun 3 dan 4 menunjukkan nilai Pb dan Cd sedikit lebih tinggi dibanding stasiun lainnya, yang kemungkinan dipengaruhi aktivitas pesisir dan kepadatan penduduk di area tersebut. Secara keseluruhan, kondisi sedimen di Pesisir Sungsang masih tergolong aman dan tidak memberikan risiko ekologis yang signifikan. Meskipun demikian, pemantauan rutin tetap diperlukan untuk mencegah peningkatan akumulasi logam berat di masa mendatang.
| Title | Edition | Language |
|---|---|---|
| PERTANGGUNGJAWABAN PERDATA PT. PERTAMINA TERHADAP PENCEMARAN LAUT AKIBAT TUMPAHAN MINYAK DAN GAS PROYEK PERTAMINA DI LAUT JAWA | id |