Skripsi
REKONTRUKSI MODEL TRANSFORMASI BIROKRASI DIGITAL LOKAL: STUDI IMPLEMENTASI OSS-RBA DALAM PERSPEKTIF DIGITAL ERA GOVERNANCE DI KOTA LUBUKLINGGA
Kebijakan yang tidak sepenuhnya kompatibel dengan kapasitas pemerintah daerah. Kedua, dari sisi sensemaking, aktor birokrasi dan pelaku usaha mengalami ambiguitas makna terhadap konsep risiko, peran OPD, serta alur OSS, sehingga memunculkan interpretasi yang tidak seragam. Ketiga, dari perspektif institutional work, tidak terdapat transformasi kelembagaan yang signifikan; koordinasi bersifat ad hoc, SOP lintas-OPD tidak sinkron, pengawasan tidak berjalan, dan struktur organisasi tidak menyesuaikan tuntutan sistem digital. Berdasarkan sintesis temuan tersebut, penelitian ini merekonstruksi Model Transformasi Birokrasi Digital Lokal yang menekankan tiga dimensi kunci: adaptive governance untuk menjembatani ketidaksesuaian desain pusat–daerah; human–technology sensemaking yang memperkuat pemahaman dan literasi digital aktor; serta digital institutional ecology yang memfasilitasi kolaborasi, standarisasi, dan pembaruan kelembagaan
No other version available