Skripsi
MODEL IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGENDALIAN BENCANA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI SUMATERA SELATAN: DINAMIKA KELEMBAGAAN DAN KOORDINASI MULTI-AKTOR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan, dengan fokus pada dinamika kelembagaan dan koordinasi antar aktor yang terlibat dalam pengelolaan Karhutla. Pendekatan yang digunakan mencakup analisis kuantitatif menggunakan Structural Equation Modeling (SEM-PLS) dan analisis kualitatif dengan Institutional Analysis and Development (IAD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kebijakan pengendalian Karhutla berkontribusi pada pengurangan kebakaran, tantangan utama terletak pada lemahnya koordinasi antar aktor yang terlibat. Analisis kuantitatif mengungkapkan bahwa koordinasi antar lembaga berperan signifikan dalam efektivitas pengendalian kebakaran. Secara kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa tumpang tindih kewenangan, kapasitas kelembagaan yang terbatas, serta rendahnya penegakan hukum menjadi hambatan besar dalam implementasi kebijakan. Dengan Polycentric Governance, koordinasi yang lebih baik antar lembaga dan aktor dapat dicapai, di mana kebijakan dapat lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan lokal. Selain itu, penelitian ini mengembangkan Model SONGKET, yang mengintegrasikan pendekatan berbasis kearifan lokal dengan kolaborasi antara aktor-aktor terkait. Model ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi antar lembaga, memperkuat kapasitas SDM, dan memanfaatkan teknologi untuk pengawasan yang lebih efektif.Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan bahwa penguatan koordinasi antar aktor, pemberdayaan masyarakat, dan penggunaan teknologi yang tepat adalah kunci untuk mengatasi permasalahan Karhutla. Sinergi antara kebijakan pusat dan daerah yang lebih baik, serta penerapan Polycentric Governance, dapat meningkatkan efektivitas kebijakan pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang lebih berkelanjutan
No other version available