Skripsi
MODEL IMPLEMENTASI PENGELOLAAN MANGROVE DI HUTAN LINDUNG AIR TELANG, BANYUASIN, SUMATERA SELATAN DENGAN PENDEKATAN POLICY MIX DAN POLICY LEARNING
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model kebijakan adaptif dalam memperkuat tata kelola restorasi mangrove di Hutan Lindung (HL) Air Telang, Kabupaten Banyuasin. Restorasi mangrove selama ini menghadapi empat kesenjangan utama, yaitu institutional gap, policy coherence gap, learning gap, dan social legitimacy gap. Melalui integrasi teori policy mix, policy learning, collaborative governance, dan institutionalism, penelitian ini merancang EXIST Model (Ecological Sustainability, Cross-Actor Collaboration, Institutionalization, Synergic Learning, Transformative Governance). Model ini berfungsi menjembatani kebijakan makro dan praktik mikro agar sistem kebijakan mampu beradaptasi, belajar, dan berkolaborasi secara berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan design and formulation research yang tidak hanya mendiagnosis masalah, tetapi juga menghasilkan rancangan kebijakan operasional. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen kebijakan, observasi partisipatif, serta wawancara mendalam dengan aktor pemerintah, masyarakat, akademisi, dan LSM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan restorasi mangrove sangat bergantung pada tiga faktor kunci, yaitu pembelajaran reflektif lintas-aktor, keberadaan forum kolaboratif yang fungsional, dan kelembagaan adaptif yang mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan sosial-ekologis. EXIST Model menegaskan bahwa kebijakan lingkungan perlu dipahami sebagai living policy system, yaitu sistem yang berevolusi melalui refleksi dan pembelajaran berkelanjutan. Model ini menempatkan keberlanjutan ekosistem, sosial-ekonomi, dan legitimasi kelembagaan sebagai tujuan akhir kebijakan. Secara teoretis, penelitian ini memperluas pemahaman mengenai integrasi policy learning dan collaborative governance dalam desain kebijakan adaptif. Secara praktis, model ini menawarkan kerangka operasional bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam memperkuat tata kelola mangrove yang inklusif, kolaboratif, dan berkeadilan.
No other version available