Text
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGAWALAN DAN PENDAMPINGAN BABINSA BAGI PETANI GUNA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN NASIONAL DI WILAYAH KODIM 0403/BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN
Penelitian ini mengkaji implementasi kebijakan Pengawalan dan Pendampingan Bintara Pembina Desa (Babinsa) bagi petani guna mendukung ketahanan pangan nasional di wilayah Kodim 0403/Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan kebijakan tersebut serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan maupun dampaknya terhadap peningkatan produktivitas pertanian serta kesejahteraan petani. Novelty dari penelitian ini terletak pada penggabungan peran Babinsa sebagai agen perubahan di sektor pertanian yang selama ini lebih dikenal dengan tugas keamanan dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara secara mendalam yang dilakukan oleh Babinsa kepada petani, pemerintah daerah, dan lembaga pertanian. Analisis data dilakukan berdasarkan teori implementasi kebijakan dengan memperhatikan variabel-variabel yang mempengaruhi efektivitas kebijakan seperti dukungan politik, sumber daya dan komunikasi antar instansi. Kontribusi baru penelitian ini adalah pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika implementasi kebijakan yang melibatkan TNI dalam pendampingan bagi petani yang memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan ketahanan pangan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Babinsa memberikan dampak positif terhadap produktivitas pertanian di Kabupaten Banyuasin dengan peningkatan hasil panen hingga 20-30% pada sektor tanaman padi, jagung dan kedelai. Babinsa berperan penting dalam memberikan pelatihan pertanian dan pendampingan teknis kepada petani yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hasil pertanian. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan seperti keterbatasan jumlah Babinsa dan masalah birokrasi yang memperlambat implementasi program. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup peningkatan jumlah Babinsa yang terlatih dalam bidang pertanian, perbaikan koordinasi antar lembaga serta perbaikan prosedur administratif untuk mempercepat distribusi bantuan. Penelitian ini menyarankan agar petani lebih dilibatkan dalam perencanaan dan pelaksanaan program untuk mencapai hasil yang lebih maksimal. Secara keseluruhan kebijakan Pengawalan dan Pendampingan Babinsa memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui perbaikan dalam koordinasi dan pelaksanaan di lapangan diperlukan untuk mencapai hasil yang lebih optimal
No other version available