Skripsi
DINAMIKA KAWASAN TANDUK AFRIKA DALAM KONTEKS KONFLIK BERSENJATA SUDAN 2023
Konflik bersenjata Sudan 2023 terjadi karena adanya pertempuran antara pasukan bersenjata yaitu Sudanese Armed Forces (SAF) dan Rapid Support Forces (RSF) yang menyebabkan ketidakstabilan internal negara Sudan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan data sekunder. Kerangka analisis yang digunakan yaitu Regional Security Complex dari Barry Buzan dan Ole Waever. Hasil penelitian menyatakan bahwa, pertama, kondisi domestik di Sudan memburuk dikarenakan adanya perebutan kekuasaan untuk menguasai sumber daya di Sudan yang didasarkan pada kepemilikan bisnis oleh SAF dan RSF. Kedua, hubungan antar negara, Sudan berada di kawasan Tanduk Afrika yang terdiri dari Sudan Selatan, Somalia, Djibouti, Eritrea, Ethiopia dan Intergovernmental Authority on Development (IGAD) sebagai organisasi regional serta negara tetangga lain di luar kawasan yaitu Chad, Mesir dan Republik Afrika Tengah yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung untuk urusan politik, keamanan dan ekonomi. Ketiga, antar kawasan, terdapat Uni Afrika dan Uni Eropa sebagai organisasi kawasan yang berusaha untuk medamaikan konflik serta kawasan Timur Tengah di mana Arab Saudi membentuk Jeddah Platform sebagai sarana perdamaian dan Turki yang mengirimkan bantuan drone kepada SAF sehingga memperumit kondisi Sudan. Keempat, peranan kekuatan global, yaitu Amerika Serikat dengan kepentingan terkait politik melalui demokrasi, China terkait ekonomi melalui diplomasi ekonomi dan Rusia terkait keamanan melalui pengerahan tentara bayaran. Secara keseluruhan, Sudan merupakan negara yang strategis bagi kawasan Tanduk Afrika, kawasan tetangga, dan negara berkekuatan global, sehingga menyebabkan konflik di Sudan belum terselesaikan karena adanya keterlibatan aktor/negara lain dengan kepentingan masing-masing. Kata Kunci: Dinamika Kawasan, Konflik Bersenjata Sudan, Regional Security Complex
No other version available