Skripsi
PENGARUH PEMBERIAN EXTRA VIRGIN OLIVE OIL TERHADAP KADAR COX-2, MASSA OTOT, KEKUATAN OTOT, DAN STATUS PERFORMA PADA PASIEN LANSIA DI RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG
Latar Belakang : Penuaan menyebabkan penurunan massa otot, kekuatan otot, dan performa fisik akibat proses inflamasi kronik derajat rendah yang ditandai peningkatan enzim COX-2 dan ROS. EVOO mengandung senyawa fenolik seperti oleocanthal dan hydroxytyrosol yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi melalui inhibisi jalur NF-κB–COX-2, sehingga berpotensi menekan inflamasi dan mempertahankan fungsi otot pada lansia. Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian EVOO terhadap kadar COX-2, massa otot, kekuatan otot, dan status performa pada pasien lansia di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan rancangan one group pre test – post test. Sampel terdiri dari pasien usia lanjut >60 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kelompok intervensi diberikan EVOO selama 8 minggu, Pengukuran kadar COX-2 serum, massa otot, kekuatan otot dan status performa dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji statistik bivariat dan multivariat digunakan untuk menilai efek intervensi serta faktor yang memengaruhi perubahan. Hasil : Terdapat penurunan signifikan kadar COX-2 serum setelah intervensi EVOO (p = 0.038), disertai peningkatan bermakna kekuatan otot dan status performa fisik (p = 0.004 dan p = 0.002), sementara massa otot tidak menunjukkan perubahan signifikan (p = 0.975). Perubahan kadar COX-2 berkorelasi negatif dengan perubahan performa fisik (r = –0.413; p = 0.008). Analisis multivariat menunjukkan bahwa kadar COX-2 pascaintervensi dipengaruhi secara independen oleh indeks massa tubuh, lingkar lengan atas, dan status fungsional ADL. Massa otot dipengaruhi oleh jenis kelamin, indeks massa tubuh, dan skor SARC-F, sedangkan kekuatan otot dan performa fisik masing-masing dipengaruhi oleh jenis kelamin, status fungsional ADL, usia, dan skor SARC-F. Kesimpulan: Pemberian EVOO selama 8 minggu berhubungan dengan penurunan signifikan kadar COX-2 serum serta peningkatan kekuatan otot dan performa fisik. Temuan ini menunjukkan potensi EVOO sebagai intervensi nutrisi dalam memodulasi proses inflamasi derajat rendah dan mendukung kapasitas fungsional pada lansia. Kata Kunci: EVOO, COX-2, massa otot, kekuatan otot, performa fisik, lansia.