Skripsi
PENGARUH PEMBERIAN EVOO TERHADAP MASSA OTOT, KEKUATAN OTOT, STATUS PERFORMA DAN KADAR INTERLEUKIN 6 PADA PASIEN LANSIA DI RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG
Pendahuluan: Proses penuaan menyebabkan penurunan massa otot, kekuatan otot, dan performa fisik (sarkopenia), yang dipengaruhi oleh inflamasi kronik tingkat rendah dengan peningkatan kadar interleukin-6 (IL-6). Extra Virgin Olive Oil (EVOO) mengandung polifenol seperti hydroxytyrosol dan oleuropein yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi, berpotensi memperbaiki fungsi otot pada lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi EVOO terhadap massa otot, kekuatan otot, status performa, dan kadar IL-6 pada pasien lansia. Metode: Penelitian kuasi-eksperimental dilakukan pada 40 pasien lansia (usia ≥60 tahun) di Poliklinik Geriatri RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang selama Desember 2024–Februari 2025. Subjek diberikan EVOO 30 mL per hari selama delapan minggu. Massa otot diukur dengan BIA, kekuatan otot dengan handgrip dynamometer, performa fisik dengan uji jalan 6 meter, dan kadar IL-6 dengan ELISA. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan regresi linier. Hasil: Pemberian EVOO meningkatkan kekuatan otot secara signifikan (p=0.003) dan meningkatkan status performa (p=0.006), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap massa otot (p=0.245) maupun kadar IL-6 (p=0.914). Tidak ditemukan korelasi signifikan antara perubahan kadar IL-6 dengan massa otot, kekuatan otot, dan performa fisik. Analisis multivariat menunjukkan bahwa nilai awal massa otot dan performa merupakan prediktor kuat terhadap hasil pascaintervensi (Adjusted R²=0.952). Kesimpulan: Suplementasi EVOO terbukti meningkatkan kekuatan otot dan performa fisik pada lansia, meskipun tidak berpengaruh signifikan terhadap massa otot maupun kadar IL-6. Hasil ini menunjukkan bahwa EVOO dapat berperan sebagai intervensi nutrisi tambahan yang mendukung fungsi otot dan mengurangi penurunan fisik akibat penuaan melalui mekanisme antioksidan dan antiinflamasi.