Skripsi
HUBUNGAN ANTARA KADAR hs-CRP SERUM DENGAN KEJADIAN INFEKSI LATEN TUBERKULOSIS PADA PASIEN HEMODIALISIS KRONIK DI RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG
Latar Belakang: Pasien penyakit ginjal kronik (PGK) yang menjalani hemodialisis memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi laten tuberkulosis (ILTB) akibat disfungsi imun dan kondisi inflamasi kronis. High-sensitivity C-reactive protein (hsCRP) merupakan penanda inflamasi yang sering meningkat pada populasi ini, namun hubungannya dengan kejadian ILTB masih belum jelas terutama di Indonesia. Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang dilaksanakan di RS. Mohammad Hoesin Palembang selama periode Oktober hingga November 2025, menggunakan data 35 pasien hemodialisis kronik yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta memiliki data lengkap pemeriksaan interferon-gamma release assay (IGRA) dan parameter laboratorium. Analisis dilakukan untuk menilai karakteristik dasar subjek, angka kejadian ILTB, serta hubungan kadar hsCRP dengan status IGRA. Hasil: Dari 35 pasien, ditemukan 3 kasus ILTB dengan hasil IGRA positif, sehingga angka kejadian ILTB adalah 8,6%. Seluruh kasus ILTB terjadi pada perempuan. Tidak terdapat perbedaan bermakna karakteristik klinis maupun laboratorium antara kelompok ILTB dan IGRA negatif. Median kadar hsCRP pada seluruh subjek adalah 9,12 mg/L. Pasien ILTB memiliki median hsCRP lebih rendah (4,53 mg/L) dibanding kelompok IGRA negatif (9,46 mg/L), namun tidak bermakna secara statistik (p = 0,125). Korelasi Kendall tau antara kadar hsCRP dan ILTB menunjukkan hubungan negatif lemah yang tidak signifikan (r = –0,219; = 0,125). Analisis multivariat tidak dilakukan karena jumlah kasus ILTB yang terbatas. Kesimpulan: Kejadian ILTB pada pasien hemodialisis kronik di RSMH Palembang sebesar 8,6%. Meskipun kadar hsCRP cenderung lebih rendah pada pasien ILTB, tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar hsCRP dan kejadian ILTB. Penelitian dengan jumlah sampel lebih besar diperlukan untuk memastikan temuan ini. Kata kunci: hsCRP, IGRA, infeksi laten tuberkulosis, penyakit ginjal kronik, hemodialisis, inflamasi