Skripsi
POTENSI EKSTRAK ETANOL DAUN BAYAM (Amaranthus hybridus L.) TERHADAP DAYA INGAT MENCIT (Mus musculus) GALUR SUB SWISS WEBSTER DAN SUMBANGANNYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA
Daun bayam (Amaranthus hybridus L.) mengandung flavonoid yang berperan sebagai antioksidan, sehingga berpotensi menurunkan stres oksidatif yang memicu penurunan daya ingat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak etanol daun bayam (Amaranthus hybridus L.) dalam memperbaiki daya ingat mencit yang diinduksi alkohol pada uji Morris water maze. Penelitian bersifat eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan 25 ekor mencit yang terbagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (tween 80 1 ml), kontrol positif (piracetam 16 mg/20 g BB), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol daun bayam dengan dosis 0,14 mg/20 g BB; 0,28 mg/20 g BB; dan 0,56 mg/20 g BB. Parameter pengamatan berupa waktu latensi dalam menemukan platform tersembunyi dan data dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA serta uji Duncan. Hasil induksi alkohol menunjukkan adanya peningkatan waktu latensi yang mengindikasikan penurunan daya ingat mencit. Setelah pemberian ekstrak etanol daun bayam, waktu latensi mengalami penurunan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun bayam berpengaruh nyata terhadap perbaikan daya ingat mencit setelah induksi alkohol (p < 0,05). Berdasarkan uji Duncan, dosis 0,28 mg/20 g BB merupakan dosis paling efektif dalam memperbaiki daya ingat mencit. Hasil penelitian ini berpotensi menjadi materi pembelajaran biologi SMA yang dapat dikembangkan dalam bentuk LKPD sistem saraf fase F kelas XI.
No other version available