Skripsi
PERILAKU KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI DESA DAN KOTA PROVINSI SUMATERA SELATAN
Latar Belakang: Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Provinsi Sumatera Selatan. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), namun tingkat kepatuhan remaja putri masih rendah baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi TTD serta mengidentifikasi perbedaan perilaku konsumsi TTD antara remaja putri di wilayah desa dan kota Provinsi Sumatera Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilaksanakan di wilayah desa (SMP Negeri 2 Tanjung Lubuk dan SMP Negeri 4 Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir) dan wilayah kota (SMP Negeri 11 Palembang dan SMP Negeri 49 Palembang). Sampel berjumlah 300 remaja putri, terdiri dari 150 responden di desa dan 150 responden di kota. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Chi-square, regresi logistik berganda, dan uji Mann–Whitney U. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa sumber informasi (p = 0,019 di desa; p = 0,019 di kota), pengetahuan (p = 0,020 di desa; p = 0,006 di kota), sikap (p = 0,031 di desa; p = 0,026 di kota), persepsi (p = 0,020 di desa; p = 0,017 di kota), dukungan orang terdekat (p = 0,016 di desa; p = 0,018 di kota), dan motivasi (p = 0,014 di desa; p = 0,018 di kota) berhubungan signifikan dengan perilaku konsumsi TTD. Analisis multivariat menunjukkan motivasi sebagai faktor dominan di desa (AOR = 5,163; p = 0,009) dan di kota (AOR = 0,328; p = 0,007). Uji Mann–Whitney U menunjukkan perbedaan signifikan pada pekerjaan ibu (p = 0,022) dan sumber informasi (p = 0,000). Kesimpulan: Peningkatan perilaku konsumsi TTD perlu difokuskan pada penguatan motivasi dan akses informasi dengan memperhatikan perbedaan karakteristik desa dan kota.
No other version available