Skripsi
STRUKTUR KOMUNITAS LAMUN DENGAN AKTIVITAS ANTROPOGENIK BERBEDA DI PULAU PAHAWANG
Struktur Komunitas Lamun Dengan Aktivitas Antropogenik Berbeda Di Pulau Pahawang (Pembimbing : Dr. Anna Ida Sunaryo, M.Si dan Dr. Riris Aryawati, S.T., M.Si) Ekosistem lamun memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir, namun kondisinya di Pulau Pahawang mengalami penurunan akibat aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas lamun serta hubungannya dengan kualitas perairan pada empat stasiun dengan tingkat aktivitas antropogenik yang berbeda. Pengambilan data lamun dilakukan menggunakan metode transek-kuadran untuk mengukur tutupan, kerapatan, dan jenis lamun, sedangkan parameter perairan yang diamati meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, arus, dan kecerahan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga jenis lamun, yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, dan Halodule uninervis. Kondisi lamun terbaik ditemukan pada stasiun alami, sedangkan kondisi terendah terdapat di area dermaga. Nilai keanekaragaman lamun tergolong rendah, dengan variasi keseragaman dan dominansi yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Analisis PCA menunjukkan bahwa parameter lingkungan berpengaruh terhadap perbedaan struktur komunitas lamun di setiap stasiun. Kata kunci : Lamun, Struktur komunitas, Kualitas perairan, Aktivitas antropogenik, Pulau Pahawang
No other version available