Skripsi
HUBUNGAN KADAR VITAMIN D 25(OH) DENGAN INFEKSI LATEN TUBERKULOSIS PADA PASIEN HEMODIALISIS KRONIK DI RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG
Pendahuluan: Pasien penyakit ginjal kronik (PGK) yang menjalani hemodialisis kronik memiliki risiko tinggi mengalami infeksi laten tuberkulosis (ILTB) akibat kondisi imunokompromais. Defisiensi vitamin D diketahui berperan dalam penurunan respons imun terhadap Mycobacterium tuberculosis. Namun, hubungan antara kadar vitamin D 25(OH) dengan kejadian ILTB pada populasi hemodialisis di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar vitamin D 25(OH) dengan kejadian ILTB pada pasien hemodialisis kronik di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan rancangan serial kasus (case series) yang melibatkan pasien PGK stadium akhir yang menjalani hemodialisis rutin di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada periode Oktober–November 2025. Subjek dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan. Diagnosis ILTB ditegakkan menggunakan Interferon Gamma Release Assay (IGRA) , sementara kadar vitamin D 25(OH) diukur dengan metode ELISA. Analisis statistik dilakukan untuk menilai pola sebaran dan korelasi antar variabel. Hasil: Dari 35 subjek, mayoritas subjek penelitian menunjukkan status vitamin D yang berada dalam kategori defisiensi atau insufisiensi. Kejadian ILTB teridentifikasi hanya pada sebagian kecil dari total populasi subjek. Secara klinis, kelompok pasien dengan ILTB menunjukkan kecenderungan kadar vitamin D yang lebih rendah dibandingkan kelompok tanpa ILTB, namun perbedaan tersebut tidak mencapai makna statistik. Analisis lebih lanjut memperlihatkan adanya hubungan negatif yang sangat lemah dan tidak signifikan antara kadar vitamin D 25(OH) dengan kejadian ILTB. Kesimpulan: Terdapat hubungan negatif antara kadar vitamin D 25(OH) dengan kejadian infeksi laten tuberkulosis pada pasien hemodialisis kronik meskipun hubungan ini tidak bermakna secara signifikan dikarenakan keterbatasan penelitian. Defisiensi vitamin D merupakan salah satu faktor risiko terjadinya ILTB. Temuan ini memperkuat pentingnya evaluasi status vitamin D sebagai bagian dari skrining risiko ILTB pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis.