Skripsi
PENGARUH PERLAKUAN PUPUK ORGANIK TERHADAP SERANGAN PENYAKIT ANTRAKNOSA DAN PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS)
Cabai rawit merupakan sayuran bernilai tinggi di Indonesia, namun produksinya menurun untuk pertama kalinya dalam lima tahun pada tahun 2021 karena penurunan kesuburan tanah, pemupukan yang tidak tepat, dan peningkatan serangan penyakit. Salah satu penyakit utama yang membatasi produktivitasnya adalah antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum Sp., yang menyerang buah dan menyebabkan bercak cekung, keriput, dan gugur buah. Metode pengendalian kimia yang umum digunakan dapat merusak mikroorganisme tanah dan meningkatkan resistensi patogen karena pestisida sering disalahgunakan. Pupuk organik menawarkan alternatif yang lebih ramah lingkungan dengan memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologis tanah, meningkatkan aktivitas mikroba yang bermanfaat, dan menekan perkembangan patogen. Penelitian yang terbatas tentang pengendalian organik antraknosa pada cabai rawit menunjukkan perlunya studi lebih lanjut tentang peran pupuk organik dalam mengelola penyakit ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pupuk organik dalam menekan serangan antraknosa dan mengurangi keparahan penyakit pada cabai rawit (Capsicum frutescens L.).
No other version available