Skripsi
PEMBUATAN NANOFIBER (CATRIDGE FILTER) DARI NANOSELULOSA DAN NANOKARBON DIISOLASI DARI TANDAN KOSONG SAWIT DENGAN ENKAPSULASI MINYAK EUCALYPTUS SP.
Penggabungan polimer alami yang berasal dari limbah lignoselulosa dengan polimer sintetis merupakan pendekatan potensial dalam menghasilkan produk bernilai tinggi melalui inovasi berbasis nanoteknologi. Nanofiber merupakan salah satu aplikasi penting dari nanoteknologi dan kini tengah dieksplorasi sebagai metode alternatif dalam pengolahan limbah lignoselulosa. Nanofiber merupakan serat yang dihasilkan melalui perangkat elektrospinning. Selulosa yang diperoleh dari lignoselulosa dapat dikonversi menjadi produk bernilai tambah, salah satunya adalah nanoselulosa. Studi ini mencakup sintesis nanofiber melalui kombinasi antara polimer alami dan sintetis, yang merupakan pendekatan inovatif dalam bidang ini. Polimer alami diperoleh dari alginat dan nanoselulosa, sedangkan polimer sintetis berasal dari Polyvinyl Alcohol (PVA). Penelitian ini memanfaatkan nanofibril dalam bidang kesehatan, khususnya sebagai filter kartrid pada masker yang diinfiltrasi dengan ekstrak Eucalyptus sp.. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan metode optimal dalam menghasilkan nanofiber dengan ukuran pori minimum melalui variasi konsentrasi PVA (4%, 8%, 12%, 16%) dan nanoselulosa (2,5%, 5%, 7,5%). Penelitian ini menerapkan kombinasi metode dalam menghasilkan nanoselulosa dengan ukuran yang sesuai, yang merupakan proses inovatif. Proses prapengolahan dilakukan melalui kombinasi perlakuan kimia dan fisika. Nanoselulosa disintesis dengan menggunakan variasi konsentrasi asam sulfat (25%, 50%, 75%) pada proses hidrolisis asam. Ukuran nanoselulosa optimal diperoleh pada konsentrasi asam sulfat 50% (pada suhu 40°C selama 10 menit), dengan diameter rata-rata sebesar 484,3 nm. Kombinasi perlakuan fisik dan kimia terbukti efektif dalam menghasilkan distribusi ukuran pori nanoselulosa yang sesuai. Nanofiber disintesis menggunakan campuran 12% PVA, 0,5% alginat, 2,5% nanoselulosa, dan 1% Eucalyptus sp. selama 30 jam (3 mL), dengan hasil diameter rata-rata nanofiber sebesar 200 nm. Sebagai perbandingan, nanofiber yang diproduksi tanpa penambahan Eucalyptus sp. menunjukkan diameter sebesar 240 nm. ix Hasil SEM menunjukkan bahwa diameter rata-rata nanocarbon yang dihasilkan adalah 490 nm, berdasarkan perhitungan histogram menggunakan perangkat lunak ImageJ. Morfologi ukuran yang konsisten ini menunjukkan bahwa proses karbonisasi berjalan dengan baik. Hasil dari perhitungan ImageJ dengan rata-rata diameter 191 nm untuk Carbon Nanofiber . Analisis menunjukkan distribusi diameter serat yang relatif seragam, mengindikasikan parameter fabrikasi yang konsisten selama proses elektrospinning Kata kunci: Nanofiber,Nanoselulosa, Nanokarbon, Electrospinning,Enkapsulasi
No other version available