Skripsi
MEMPREDIKSI PERUBAHAN KEBIJAKAN POLITIK INDONESIA PASCA BERGABUNG DENGAN BRICS
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memprediksi perubahan arah kebijakan politik Indonesia setelah resmi bergabung dengan BRICS pada tahun 2025, dengan memperhatikan dinamika global yang bergerak menuju tatanan multipolar, perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, serta urgensi Indonesia dalam melakukan diversifikasi pasar dan sumber pembiayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang memadukan analisis literatur, dokumen kebijakan, serta data sekunder terkait kebijakan luar negeri dan strategi ekonomi Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga dimensi utama yang memengaruhi arah kebijakan Indonesia. Pertama, tekanan sistemik global yang berkaitan dengan kebutuhan diversifikasi kemitraan ekonomi dan peningkatan partisipasi Indonesia dalam tata kelola global yang baru. Kedua, faktor domestik yang meliputi orientasi pembangunan nasional, stabilitas politik, serta kesiapan institusi dalam merespons perubahan lingkungan strategis. Ketiga, pergeseran strategi kebijakan luar negeri yang mencakup penguatan kerja sama ekonomi multilateral, keterlibatan dalam proses de-dolarisasi, serta peningkatan peran aktif Indonesia dalam isu ketahanan pangan dan energi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keanggotaan Indonesia dalam BRICS berpotensi memperkuat posisi tawar Indonesia di tingkat global serta meningkatkan kapasitas negosiasi ekonomi internasional. Namun demikian, keanggotaan tersebut juga menuntut upaya mitigasi risiko domestik guna mencegah munculnya ketergantungan baru maupun potensi ketidakseimbangan strategis dalam kebijakan nasional.