Skripsi
STEREOTIP PERUBAHAN GAYA HIDUP PERANTAU SUMATERA SELATAN DI KOTA JAKARTA
Perantauan ke Jakarta tidak hanya membawa perubahan dalam aspek ekonomi, tetapi juga memunculkan perubahan gaya hidup yang kerap menimbulkan stereotip dari masyarakat, baik di daerah asal maupun di lingkungan perantauan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stereotip perantau Sumatera Selatan terhadap Kota Jakarta, upaya perantau dalam bertahan hidup di Kota Jakarta, serta stereotip perubahan gaya hidup perantau Sumatera Selatan yang menetap di Kota Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri dari 10 perantau asal Sumatera Selatan yang telah menetap di Kota Jakarta minimal lima tahun, serta informan pendukung dari lingkungan sosial mereka di daerah asal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stereotip terhadap perantau Sumatera Selatan di Jakarta umumnya dikaitkan dengan gaya hidup yang dianggap lebih modern, konsumtif, dan berorientasi pada status sosial. Perubahan gaya hidup yang dialami perantau pada dasarnya merupakan bentuk adaptasi terhadap tuntutan lingkungan sosial dan profesional di kota besar. Upaya bertahan hidup dilakukan melalui penyesuaian pola konsumsi, cara berpakaian, pola komunikasi, serta pembangunan jaringan sosial dan ekonomi. Stereotip yang berkembang sering kali tidak sepenuhnya mencerminkan realitas kehidupan perantau, karena perubahan gaya hidup lebih didorong oleh kebutuhan adaptasi sosial daripada keinginan untuk hidup mewah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stereotip perubahan gaya hidup perantau Sumatera Selatan di Kota Jakarta merupakan hasil dari interaksi sosial, perbedaan budaya, serta persepsi masyarakat terhadap simbol-simbol kehidupan urban. Kata kunci: stereotip, perubahan gaya hidup, perantau, Sumatera Selatan, Jakarta.