Skripsi
REPRESENTASI MASKULINITAS DALAM FILM ELVIS (2022)
Elvis (2022) merupakan film biopik karya Baz Luhrmann menggambarkan konsep maskulinitas. Penelitian ini berangkat dari minimnya kajian mengenai representasi maskulinitas non hegemonik dalam media populer. Elvis Presley yang merupakan trendsetter pada zamannya menjadi fenomena baru dalam konsep maskulinitas, sebagian besar penelitian sebelumnya berfokus pada maskulinitas hegemonik yang identik dengan dominasi dan kekuasaan patriarki, tetapi film Elvis menampilkan maskulinitas yang lebih ekspresif dan emosional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teori semiotika Charles Sanders Peirce yaitu model triadik yang meliputi representamen, objek, interpretan. Untuk menemukan tanda-tanda visual dan verbal yang mewakili nilai maskulinitas dalam adegan film. Analisis dilakukan terhadap 7 adegan terpilih, hasil penelitian menunjukkan bahwa Elvis merepresentasikan maskulinitas yang berbeda dari konstruksi maskulinitas di tahun 1950-an. Keberanian untuk menantang norma gender ditampilkan dalam gaya panggung Elvis yang berani, gerakan tubuh yang sensual, dan pemilihan pakaian berwarna yang mencolok. Film ini juga menunjukkan perasaan dan empati Elvis terhadap kelompok minoritas. Elvis (2022) menunjukkan bagaimana maskulinitas berubah dari perspektif hegemonik ke perspektif yang lebih progresif dan peka terhadap perubahan sosial budaya. Kata Kunci: Maskulinitas, Elvis, Semiotika, Representasi
No other version available