Skripsi
UJI FATIK LENGKUNG DARI MATERIAL KUNINGAN YANG MENDAPATKAN PERLAKUAN PANAS ANIL PADA 600°C
Kuningan merupakan paduan tembaga dan seng yang banyak digunakan dalam industri otomotif, kelistrikan, dan manufaktur karena memiliki sifat mekanik yang baik serta ketahanan terhadap korosi. Namun, material ini rentan mengalami kegagalan akibat beban berulang atau fatik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perlakuan panas Uji Fatik Lengkung dari Material Kuningan yang Mendapatkan terhadap ketahanan fatik lengkung material kuningan. Pengujian dilakukan pada 18 spesimen yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tanpa perlakuan panas (NHT) dan dengan perlakuan panas annealing pada suhu 600°C selama 5 jam (HT). Uji fatik lengkung dilakukan menggunakan mesin Torsion Repeated and Bending Fatigue Machine dengan variasi sudut 5°, 6°, dan 7° sesuai standar JIS Z 2273, serta uji tarik untuk menentukan modulus elastisitas. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan panas annealing menurunkan ketahanan fatik lengkung secara signifikan, ditandai dengan penurunan jumlah siklus patah dan modulus elastisitas pada material HT dibandingkan NHT. Penurunan ini disebabkan oleh perubahan struktur mikro akibat rekristalisasi dan pertumbuhan butir yang membuat material lebih lunak. Oleh karena itu, material kuningan tanpa perlakuan panas lebih direkomendasikan untuk aplikasi dengan beban siklik tinggi.