Skripsi
ANALISIS GEOMORFOLOGI DASAR LAUT MENGGUNAKAN DATA MULTIBEAM ECHOSOUNDER DAN IMPLIKASINYA TERHADAP POTENSI GEOHAZARD DI PERAIRAN TELUK PELABUHANRATU
Perairan Teluk Pelabuhanratu merupakan wilayah dengan kondisi geologi kompleks yang dipengaruhi oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia, sehingga menghasilkan morfologi dasar laut yang beragam dan berpotensi menimbulkan bahaya geologi bawah laut (geohazard). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis morfologi dan geomorfologi dasar laut menggunakan data Multibeam Echosounder (MBES) serta mengkaji implikasinya terhadap potensi geohazard di Perairan Teluk Pelabuhanratu. Metode penelitian meliputi interpretasi data batimetri resolusi tinggi, analisis morfometri dasar laut yang mencakup parameter slope, roughness, dan curvature, serta integrasi dengan data seismik untuk memahami hubungan antara morfologi permukaan dan struktur bawah permukaan. Analisis spasial dilakukan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi dasar laut terdiri atas sebelas satuan morfologi utama, yaitu slope, ridge, knoll, channel, basin floor, sand ridge, mound, valley, gully, dan landslide. Analisis morfometri menunjukkan bahwa area dengan kemiringan lereng curam dan permukaan kasar memiliki potensi ketidakstabilan yang lebih tinggi. Berdasarkan integrasi parameter geomorfologi dan morfometri, potensi geohazard diklasifikasikan menjadi zona bahaya rendah, sedang, dan tinggi.
No other version available