Skripsi
ANALISIS ZONA BAHAYA TSUNAMI MENGGUNAKAN METODE HLOSS DAERAH MANNA DAN SEKITARNYA, KABUPATEN BENGKULU SELATAN, BENGKULU
Daerah Manna dan sekitarnya di Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, merupakan wilayah pesisir yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia dan berada pada zona subduksi aktif antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia sehingga memiliki potensi tinggi terhadap bencana tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis zona bahaya tsunami di daerah Manna dan sekitarnya dengan menggunakan metode Hloss serta mengkaji hubungan antara bahaya tsunami dengan kondisi morfologi dan penggunaan lahan. Metode Hloss digunakan untuk menghitung kehilangan tinggi gelombang tsunami per meter jarak genangan saat gelombang memasuki daratan. Parameter utama yang digunakan meliputi kemiringan lereng yang diperoleh dari data Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS), koefisien kekasaran permukaan berdasarkan penggunaan lahan, serta tinggi gelombang maksimum tsunami yaitu 20 m. Hasil perhitungan Hloss kemudian dianalisis menggunakan pemodelan Cost Distance untuk menentukan jarak genangan tsunami dari garis pantai. Selanjutnya dilakukan pendekatan Logika Fuzzy untuk menghasilkan indeks bahaya tsunami yang diklasifikasikan menjadi tiga kelas yaitu rendah (H ≤ 0,333), sedang (0,333 < H ≤ 0,666), dan tinggi (H > 0,666). Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona bahaya tinggi umumnya berada pada wilayah pesisir dengan kemiringan lereng landai dan elevasi rendah yang didominasi oleh penggunaan lahan sawah dan permukiman. Kecamatan Bunga Mas memiliki luas bahaya terbesar yaitu 4.074,3 ha, diikuti Kecamatan Manna seluas 2.955,6 ha, Kecamatan Kota Manna seluas 1.080,9 ha, dan Kecamatan Pasar Manna seluas 593,1 ha. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam upaya mitigasi dan perencanaan wilayah pesisir yang lebih aman.
No other version available