Skripsi
ANALISIS DETERMINAN TUBERKULOSIS SENSITIF OBAT (TB SO) DI PROVINSI BENGKULU TAHUN 2022-2024
Tuberkulosis sensitif obat (TB SO) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Provinsi Bengkulu. Pada tahun 2022–2024 masih terdapat kesenjangan antara estimasi dan temuan kasus TB. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024 estimasi kasus TB di Provinsi Bengkulu sebesar 7.772 kasus, sedangkan kasus yang ditemukan sebanyak 3.624 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor host, yaitu usia, jenis kelamin, status HIV, dan riwayat diabetes melitus, dengan hasil diagnosis TB SO di Provinsi Bengkulu tahun 2022–2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain case control menggunakan data sekunder dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. Sampel penelitian berjumlah 5.932 individu yang terdiri dari 3.347 kasus TB SO (56,4%) dan 2.585 bukan TB (43,6%). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan antara signifikan antara jenis kelamin (P-Value : 0,000; OR : 1,64), status HIV (P-Value : 0,000 ; OR : 2,34), Riwayat DM (P-Value : 0,000 ; OR : 2,49) dengan hasil diagnosis TB SO. Hasil analisis multivariat final model diketahui bahwa variabel riwayat DM (P-Value : 0,000 ; OR : 2,617) merupakan variabel yang paling dominan dalam memengaruhi hasil diagnosis TB SO setelah dikontrol dengan variabel jenis kelamin dan status HIV. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor host, khususnya riwayat diabetes melitus, berperan penting terhadap hasil diagnosis TB SO di Provinsi Bengkulu. Oleh karena itu, disarankan agar upaya pengendalian tuberkulosis memprioritaskan kelompok berisiko tinggi, memperkuat skrining TB pada penderita diabetes melitus dan ODHIV, serta meningkatkan deteksi dini pada wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi guna mendukung pencapaian eliminasi TB tahun 2030.Kata Kunci : Tuberkulosis, Risiko, Komorbiditas
No other version available