Skripsi
KORELASI FAKTOR GIZI DENGAN URINE OUTPUT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DI RUANG RAWAT INAP RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG
Gagal Ginjal Kronis (GGK) adalah penyakit progresif yang ditandai penurunan fungsi filtrasi ginjal secara bertahap sehingga mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit. Gangguan ini memengaruhi pengeluaran urine output, sehingga asupan cairan, natrium, dan kalium perlu dikendalikan untuk mencegah retensi cairan dan gangguan elektrolit. Penelitian ini bertujuan mengetahui korelasi asupan cairan, natrium, dan kalium dengan urine output pada pasien GGK rawat inap di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional yang melibatkan 60 responden dan dipilih secara purposive sampling. Data asupan diperoleh melalui food recall 1×24 jam dan urine output diukur dari penampungan urin selama 24 jam. Mayoritas responden perempuan (58,3%), berusia ≥45 tahun (65%), dan berada pada stadium 4–5 (93,3%); 41,7% menggunakan diuretik. Uji Spearman menunjukkan korelasi positif yang signifikan dan kuat antara asupan cairan dan urine output (p=0,000; r=0,536). Sebaliknya, tidak ditemukan korelasi yang bermakna dengan arah hubungan yang negatif dan sangat lemah antara asupan natrium (p=0,526; r=-0,083) maupun kalium (p=0,663; r=-0,058) dengan urine output. Hasil ini menunjukkan bahwa urine output pada pasien GGK lebih dipengaruhi oleh jumlah cairan yang dikonsumsi dan residual renal function (RFF). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi asupan cairan, semakin besar urine output. Pasien GGK disarankan tetap mematuhi anjuran pembatasan cairan sesuai kondisi klinis.
No other version available