Skripsi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BURNOUT PADA PERAWAT DI RSUD HASANUDDIN DAMRAH MANNA BENGKULU SELATAN
Burnout pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hasanuddin Damrah Manna Bengkulu Selatan merupakan masalah kesehatan kerja yang dapat berdampak pada penurunan kinerja, kualitas pelayanan, serta keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor internal dan faktor eksternal dengan kejadian burnout pada perawat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 154 perawat yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Maslach Burnout Inventory (MBI), Food Recall 24 Jam, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan NASA Task Load Index (NASA-TLX). Variabel independen dalam penelitian ini meliputi usia, jenis kelamin, status pernikahan, masa kerja, asupan energi, shift kerja, beban kerja, dan kualitas tidur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat berada pada kategori burnout rendah (89,6%). Terdapat hubungan bermakna antara usia dengan kejadian burnout (PR = 6,792; 95% CI: 0,924–49,955; p-value = 0,023), masa kerja (PR = 3,429; 95% CI: 1,364–8,619; p-value = 0,014), dan shift kerja (PR = 3,4043; 95% CI: 1,2115-9,5663); p-value = 0,019). Sementara itu, jenis kelamin (p-value = 0,370), status pernikahan (p-value = 0,469), asupan energi (p-value = 1,000), beban kerja (p-value = 0,196), dan kualitas tidur (p-value = 0,774) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian burnout. Disimpulkan bahwa usia dewasa awal, masa kerja ≤5 tahun, dan shift kerja siang merupakan faktor yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian burnout pada perawat.
No other version available