Skripsi
TINGKAT KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KECAMATAN AIR SALEK KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN
Kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana yang sering terjadi di Provinsi Sumatera Selatan khususnya pada wilayah yang memiliki lahan gambut, Kabupaten Banyuasin termasuk Kecamatan Air Salek, merupakan salah satu wilayah dengan tingkat risiko karhutla dan masih terdapat praktik pembukaan lahan dengan sistem tebas bakar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan dan serta hubungan antara parameter kesiapsiagaan yang mengacu pada LIPI-UNESCOISDR 2006, faktor manusia, faktor lingkungan, dengan tingkat kesiapsiagaan masyarakat. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain Cross-Sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 160. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang mengacu pada parameter LIPI UNESCO/ISDR 2006, analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat berada pada kategori tidak siap dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Terdapat hubungan yang signifikan dengan tingkat kesiapsiagaan masyarakat adalah rencana tanggap darurat (p-value = 0,000), sistem peringatan dini (p-value = 0,000), dan mobilisasi sumber daya (p-value = 0,000), sementara itu, parameter pengetahuan, faktor manusia, serta faktor lingkungan tidak menunjukan adanya hubungan yang signifikan. Penelitian ini menegaskan penguatan kerjasama antar pemerintah desa dan masyarakat agar risiko akibat dari bencana kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan guna menciptakan lingkungan yang lebih aman dan siap dalam menghadapi suatu bencana.
No other version available