Skripsi
EFEKTIVITAS BENZYL AMINO PURINE PADA WOODY PLANT MEDIUM TERHADAP EKSPLAN DAUN TANAMAN DURIAN (DURIO ZIBETHINUS L.).
Penelitian kultur jaringan pada genus Durio telah banyak dilakukan. Perbanyakan kultur jaringan memiliki kelebihan, mampu menghasilkan bibit bebas penyakit dalam jumlah banyak, identik dengan tanaman induk, waktu tumbuh relatif singkat, solusi keterbatasan tempat, dan masa penanaman tidak tergantung oleh musim. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas konsentrasi Benzyl Amino Purine (BAP) terhadap pertumbuhan eksplan daun durian pada media Woody Plant Medium (WPM) secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan, Fakulas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Bukit Lama, Kecamatan, Ilir Barat 1, Kota Palembang, Sumatera Selatan dengan koordinat lokasi 2°59’23.4”S 104°43’53.4”E. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga September 2025. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dengan zat pengatur tumbuh Benzyl Amino Purine (BAP) sebagai perlakuan yang terdiri dari 6 konsentrasi, dengan 3 kali ulangan dan setiap unit perlakuan terdapat 10 botol kultur. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan B0 (kontrol) menunjukkan persentase eksplan hidup tertinggi 46,7%, diikuti perlakuan B1 sebesar 43,3% dan perlakuan B2 sebesar 36,7%. Pembentukan kalus tertinggi yaitu pada perlakuan B1 sebesar 30%, diikuti perlakuan B2 sebesar 23%, dan perlakuan B0 13,3%. Perlakuan B3, B4, dan B5 tidak menunjukkan pembentukan kalus (0%). Perlakuan B3 dan B4 memiliki persentase tertinggi 60% dan 56,7% terjadinya browning pada eksplan, sedangkan perlakuan B0 dan B5 memiliki persentase terendah. Kontaminasi eksplan akibat jamur dan bakteri selama periode pengamatan tergolong rendah dan bersifat sporadis, dengan persentase total terendah pada perlakuan B1 sebesar 10% dan tertinggi perlakuan B5 sebesar46,7%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian konsentrasi BAP rendah perlakuan B1 (0,5 ppm BAP) merupakan perlakuan paling optimal dalam mempertahankan viabilitas eksplan daun durian secara in vitro, mendukung pembentukan kalus, serta menekan terjadinya kontaminasi dibandingkan konsentrasi BAP lebih tinggi. Kata kunci: kalus, persentase, sitokinin, viabilitas
No other version available