Skripsi
STUDI MORFOMETRI SUNGAI UNTUK IDENTIFIKASI KERAWANAN BANJIR BANDANG SUB-DAS WAY KOMERING DAN AIR GILAS, KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN
Penelitian ini membahas kerawanan banjir bandang pada Sub-DAS Way Komering dan Air Gilas di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan. Kajian ini dilakukan karena daerah penelitian memiliki kondisi fisik yang mendukung terjadinya banjir bandang, seperti topografi perbukitan, jaringan sungai yang berkembang, variasi litologi, kondisi geomorfologi yang beragam, serta potensi bahaya tanah longsor. Kejadian banjir bandang pada 5 Juli 2023 di OKU Selatan, termasuk Desa Madura, menjadi salah satu dasar penting perlunya kajian ini. Penelitian bertujuan mengidentifikasi karakteristik DAS, kondisi geomorfologi, litologi, bahaya tanah longsor, parameter morfometri, serta memetakan sebaran daerah rawan banjir bandang. Metode yang digunakan meliputi analisis geomorfologi dan litologi berdasarkan data lapangan, analisis bahaya tanah longsor dari data InaRISK, dan analisis morfometri DAS yang terdiri atas parameter linier, relief, dan areal. Seluruh parameter dinormalisasi ke dalam rentang 0–1, kemudian digabungkan melalui overlay berbasis Sistem Informasi Geografis untuk menghasilkan Indeks Kerawanan Banjir Bandang (IKBB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian memiliki luas 81 km² dan terbagi menjadi 11 Sub-DAS dengan jaringan sungai hingga orde 4. Secara geomorfologi, daerah penelitian didominasi Perbukitan Vulkanik dan Perbukitan Zona Sesar, dengan skor tertinggi pada Sub-DAS 9 dan 2. Secara litologi, Formasi Tarap menjadi formasi terluas, sedangkan skor litologi tertinggi terdapat pada Sub-DAS 5 dan 6. Bahaya tanah longsor tertinggi terdapat pada Sub-DAS 9, 2, dan 11. Pada parameter morfometri, skor linier tertinggi terdapat pada Sub-DAS 4 dan 7, relief tertinggi pada Sub-DAS 9 dan 2, serta areal tertinggi pada Sub-DAS 6. Hasil overlay menunjukkan kelas kerawanan sedang mendominasi seluas 74,30 km² atau 91,73%, sedangkan kelas tinggi terdapat pada Sub-DAS 9 seluas 6,70 km² atau 8,27%. Kelas rendah tidak dijumpai di daerah penelitian. Kelas tinggi pada Sub-DAS 9 menunjukkan kesesuaian dengan kejadian banjir bandang di Desa Madura tahun 2023. Temuan ini mendukung prioritas mitigasi, peringatan dini, dan pengurangan risiko banjir bandang.
No other version available