Text
UPAYA NATION BRANDING SINGAPURA SEBAGAI DESTINASI PARIWISATA RAMAH MUSLIM TERBAIK DUNIA KATEGORI NON-OIC MEMBER (2021-2025)
Pariwisata ramah muslim merupakan tren sektor pariwisata baru yang menunjukkan perkembangan yang besar pada abad ke-21 setelah tragedi 9/11 di Amerika Serikat yang menyebabkan munculnya stigma Islamofobia dan berujung kepada upaya diskriminasi yang ditujukan kepada umat Islam. Munculnya stigma negatif ini sendiri berdampak terhadap hadirnya pembatasan perjalanan bagi wisatawan muslim mancanegara dan menyebabkan muslim dunia untuk beralih menemukan tujuan destinasi pariwisata lainnya yang ramah bagi komunitas mereka. Kehadiran pariwisata ramah muslim juga semakin dipopulerkan oleh CrescentRating selaku badan pemerhati pariwisata ramah muslim pertama dunia yang hadir sejak tahun 2008 dengan fokus kepada upaya riset pasar, akreditasi, serta pelatihan stakeholder terkait dalam upaya meningkatkan fasilitas dan pelayanan pariwisata sektor ini. Sebagai upaya untuk melebarkan eksistensi pariwisata ramah muslim ini, CrescentRating berupaya untuk menjalin kemitraan strategis dengan beberapa negara di dunia melalui forum diskusi serta menghadirkan sistematika pemeringkatan tersendiri untuk mengukur kualitas dan perkembangan destinasi pariwisata sektor ini sejak tahun 2011 dengan keterlibatan 10 negara dan terus tumbuh hingga menyentuh angka 153 negara yang berhasil didata pada tahun 2025. Melalui upaya perkembangan yang masif dengan didukung kepada keuntungan ekonomi yang besar pada sektor ini, berdampak terhadap hadirnya urgensi bagi seluruh negara di dunia termasuk Singapura dalam meningkatkan fasilitas dan pelayanan pariwisata yang sesuai dengan syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan upaya nation branding Singapura dalam menghadirkan pariwisata ramah muslim menggunakan metode deskriptif kualitatif serta berlandaskan kepada konsep nation branding menurut Simon Anholt dengan mencakup enam dimensi yang ada, yaitu: Tourism, Policy, Investment & Immigration, People, Culture & Heritage, serta Brands. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Singapura menjalankan upaya penerapan konsep nation branding dengan keterlibatan stakeholder (pemerintah, swasta, hingga masyarakat) terkait untuk membentuk citra negara yang unggul dalam sektor pariwisata ramah muslim ini. Penelitian ini juga menunjukkan bagaimana Singapura memiliki tekad yang kuat dalam berupaya meningkatkan pariwisata ramah muslim walaupun Islam sendiri merupakan agama minoritas di sana.
| Title | Edition | Language |
|---|---|---|
| UPAYA NATION BRANDING INDONESIA MELALUI PRESIDENSI G20 TERHADAP PEMULIHAN KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA PROVINSI BALI AKIBAT PANDEMI COVID-19 | id |