Skripsi
STUDI KASUS KETERLAMBATAN BERBICARA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK ISLAM TERPADU ROBBANI OGAN ILIR Putri,
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik keterlambatan berbicara pada anak usia 5–6 tahun di TK Islam Terpadu Robbani Ogan Ilir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, analisis data menggunakan model Miles dan Huberman untuk memperoleh secara rinci dan akurat. subjek penelitian adalah seorang anak laki laki berinisial AKA. Hasil penelitian menunjukkan anak menggunakan kalimat pendek dan mengekspresikan diri lebih sering melalui raut wajah atau perilaku nonverbal. Komunikasi dua arah muncul secara selektif; anak kadang tidak merespons ajakan berbicara dari guru atau teman dan belum memulai percakapan secara langsung. Perhatian anak terlihat pada beberapa momen selama kegiatan pembelajaran, dengan durasi yang bervariasi. Anak tampak lebih mudah mengikuti arahan ketika instruksi diberikan bersamaan dengan contoh atau diperagakan oleh guru. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan karakteristik anak usia 5–6 tahun dengan keterlambatan berbicara dapat dikategorikan dalam tiga aspek utama: bahasa (terbatasnya kosakata, penyusunan kalimat yang belum bermakna, kesulitan mengungkapkan perasaan, sosial emosional (kesulitan interaksi sosial, menghindari kontak mata, menggunakan gestur dalam komunikasi), dan kognitif (kesulitan memusatkan perhatian, memerlukan pengulangan, dan lebih tertarik pada hal yang menarik). Oleh karena itu penelitian merekomendasikan pemberian stimulasi dan pendekatan orang tua sangat diperlukan, anak usia dini masih membutuhkan dukungan dan stimulasi dari orang dewasa untuk mendukung tumbuh kembangnya. Kata kunci: keterlambatan berbicara, anak usia 5-6 tahun, studi kasus
No other version available