Skripsi
ANALISIS KEJADIAN KEPUTIHAN PADA MAHASISWI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum terjadi pada remaja perempuan, termasuk mahasiswi. Keputihan abnormal dapat meningkatkan risiko kanker serviks apabila tidak ditangani dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kejadian keputihan pada mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif pendekatan cross-sectional dengan sampel penelitian 331 mahasiswi. Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden mengalami keputihan 206 mahasiswi (62,2%), tingkat pengetahuan baik 237 mahasiswi (71,6%), perawatan genitalia baik 168 mahasiswi (50,8%), penggunaan pantyliner 182 mahasiswi (55%), penggunaan sabun kewanitaan 164 mahasiswi (49,5%), dukungan keluarga baik 181 mahasiswi (54,7%), serta ketersediaan fasilitas dan sarana kesehatan baik 175 mahasiswi (52,9%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,000; PR=0,126; 95% CI:0,063-0,255) dan perawatan genitalia eksterna (p=0,000; PR=0,048; 95% CI:0,026–0,091) dengan kejadian keputihan, mahasiswi dengan pengetahuan dan perawatan genitalia yang baik berisiko 0,126 kali dan 0,048 kali lebih rendah mengalami keputihan, sedangkan penggunaan pantyliner (p=0,027; PR=1,658; 95% CI:1,059–2,595), dan penggunaan sabun kewanitaan (p=0,001; PR=2,182; 95% CI:1,384–3,439) berisiko tinggi mengalami keputihan sebanyak 1,658 kali dan 2,182 kali. Selain itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga (p=0,592) dan ketersediaan fasilitas dan sarana kesehatan (p=0,508) terhadap kejadian keputihan pada mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya. Disarankan agar mahasiswi meningkatkan kesadaran dalam menjaga kesehatan reproduksi dengan dukungan keluarga serta pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan guna mencegah terjadinya keputihan abnormal.
No other version available