Skripsi
MASKULINISASI IKAN GUPPY (Poecilia reticulata) MELALUI METODE PERENDAMAN LARVA DALAM EKSTRAK BIJI LABU KUNING (Cucurbita moschata D.)
Ikan guppy dapat meningkatkan nilai jual karena ikan jantan memiliki warna lebih cerah dan bentuk tubuh lebih menarik dibandingkan betina. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan jumlah ikan jantan melalui proses maskulinisasi menggunakan bahan alami, salah satunya ekstrak biji labu kuning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis ekstrak biji labu kuning (Cucurbita moschata D.) yang terbaik dalam maskulinisasi ikan guppy (Poecilia reticulata) melalui metode perendaman larva. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Budidaya Perairan dan Kolam Percobaan, Laboratorium Dasar Perikanan, Program Studi Budidaya Perairan serta Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Hasil Perikanan, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya pada bulan Agustus-Oktober 2025. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dengan tiga ulangan yaitu kontrol (P0), menggunakan ekstrak biji labu kuning 40 mg L-1 (P1), menggunakan ekstrak biji labu kuning 80 mg L-1 (P2) dan menggunakan ekstrak biji labu kuning 120 mg L-1 (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 120 mg L-1 ekstrak biji labu kuning (P3) memberikan hasil terbaik dengan persentase jantan 83,31%, kelangsungan hidup pada masa perendaman 93,33% dan nilai kualitas air perendaman larva meliputi pH 6,05-6,45, suhu 25-27,2°C, oksigen terlarut 5,3-6,9 mg L-1, amonia 0,027-0,076 mg L-1. Serta kelangsungan hidup pada saat pemeliharaan 91,67% dan nilai kualitas air pemeliharaan larva meliputi pH 5,18-7,99, suhu 25-30°C, oksigen terlarut 5,6-6,9 mg L-1, amonia 0,029-0,318 mg L-1.
No other version available