Skripsi
KARAKTERISTIK DAN ANALISIS PENILAIAN GEOMORPHOSITE MENGGUNAKAN METODE GEOSITE ASSESSMENT MODEL (GAM) DI GEOSITE BATU RUNCIANG, KECAMATAN SILUNGKANG, KOTA SAWAHLUNTO, SUMATRA BARAT
Geosite Batu Runciang merupakan salah satu geosite di Kawasan Geopark Sawahlunto yang memiliki karakteristik bentang alam eksokarst dengan potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai geowisata. Namun, kajian mengenai karakterisasi geomorfologi dan analisis potensi geomorfosite di lokasi ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi geomorfologi Geosite Batu Runciang berdasarkan aspek morfografi, morfogenesa, dan morfometri, menganalisis potensi geomorfosite menggunakan metode Geosite Assessment Model (GAM), serta menyusun arahan pengembangan geowisata berkelanjutan. Metode penelitian meliputi observasi lapangan, analisis morfologi, morfometri dan morfogenesa serta penilaian menggunakan metode GAM yang mencakup nilai ilmiah/pendidikan, estetika, perlindungan, fungsional, dan wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Geosite Batu Runciang memiliki bentang alam eksokarst yang berkembang pada batugamping kristalin Formasi Silungkang dengan morfologi berupa pinnacle dan dikontrol oleh proses pelarutan karbonat serta pelapukan. Berdasarkan hasil penilaian GAM, Geosite Batu Runciang memiliki potensi geomorfosite yang tinggi untuk dikembangkan sebagai geowisata berbasis edukasi dan konservasi. Tetapi, masih diperlukannya peningkatan fasilitas pendukung, media interpretasi, dan pengelolaan kawasan masih diperlukan untuk mendukung pengembangan geowisata yang berkelanjutan.
No other version available