Skripsi
PAPARAN HERBISIDA PARAQUAT TERHADAP KADAR CHOLINESTERASE DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA PEKERJA PERKEBUNAN TEBU
Paparan herbisida paraquat pada pekerja perkebunan tebu dapat menimbulkan dampak kesehatan serius, terutama gangguan pada darah yang ditandai dengan perubahan kadar cholinesterase dan hemoglobin, serta berpotensi mencemari lingkungan air dan ikan. Risiko ini semakin tinggi jika penggunaan dan pencampuran herbisida tidak sesuai standar, sehingga dapat menyebabkan keracunan kronis pada pekerja. Penelitian dengan desain cross-sectional pada 90 pekerja penyemprot menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja mengalami keracunan, yaitu 62,2% memiliki kadar cholinesterase tidak normal, dan 67,8% mengalami gangguan kadar hemoglobin. Hasil analisis menunjukkan bahwa lama penyemprotan dan frekuensi penyemprotan merupakan faktor paling berpengaruh. Lama penyemprotan meningkatkan risiko penurunan hemoglobin hingga 8,98 kali, sedangkan frekuensi penyemprotan meningkatkan risiko hingga 5,34 kali. Selain itu, kadar cholinesterase terbukti berperan sebagai variabel perantara (mediasi) antara perilaku penggunaan herbisida dan kondisi hemoglobin pekerja. Kesimpulan, paparan paraquat berhubungan kuat dengan gangguan hematologis pada pekerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan seperti pembatasan durasi dan frekuensi kerja, penggunaan alat pelindung diri (APD) secara konsisten, pengawasan penggunaan herbisida, serta pemeriksaan kesehatan rutin untuk mengurangi risiko dampak kesehatan. Perlu dilakukan pengaturan jadwal kerja untuk membatasi durasi dan frekuensi penyemprotan, peningkatan penggunaan alat pelindung diri secara konsisten, pengawasan ketat terhadap penggunaan herbisida, serta pemeriksaan kesehatan berkala bagi pekerja untuk menurunkan risiko paparan.
No other version available