Skripsi
ANALISIS DIVERSIFIKASI USAHA NELAYAN TANGKAP TRADISIONAL SEBAGAI KETAHANAN EKONOMI RUMAH TANGGA (STUDI KASUS DI KECAMATAN PEDAMARAN)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan bentuk diversifikasi usaha yang dilakukan oleh rumah tangga nelayan tangkap tradisional, menghitung pendapatan total dan kontribusi diversifikasi usaha terhadap pendapatan rumah tangga, serta menganalisis tingkat ketahanan ekonomi rumah tangga nelayan di Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2026 menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penarikan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap 30 rumah tangga nelayan yang aktif menangkap ikan dan memiliki usaha tambahan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif persentase, analisis pendapatan (I = TR - TC), analisis kontribusi diversifikasi (Kd = Pd/Pt × 100%), serta Indeks Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga (IKERT) melalui metode normalisasi Min-Max. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi usaha yang dilakukan rumah tangga nelayan mencakup perdagangan (33%), pertanian (33%), peternakan (23%), dan pekerjaan jasa lainnya (10%). Rata-rata total pendapatan rumah tangga nelayan sebesar Rp 1.696.667 per bulan, dengan kontribusi kegiatan menangkap ikan sebesar 71% dan kontribusi diversifikasi usaha sebesar 29%. Sebanyak 63% rumah tangga memiliki kontribusi diversifikasi yang rendah (kurang dari 30%), yang mengindikasikan ketergantungan yang masih tinggi terhadap sektor perikanan tangkap. Analisis IKERT menunjukkan bahwa 86,67% rumah tangga nelayan berada pada kategori ketahanan ekonomi rendah (skor 0,00–0,33), 6,67% pada kategori sedang, dan 6,67% pada kategori tinggi. Analisis tabulasi silang menunjukkan tidak terdapat pola hubungan linier positif yang konsisten antara persentase kontribusi diversifikasi dan nilai IKERT; faktor yang lebih menentukan ketahanan ekonomi adalah nilai absolut total pendapatan dan kemampuan menabung. Temuan ini mengindikasikan bahwa diversifikasi usaha yang telah dilakukan masih bersifat strategi bertahan hidup (coping strategy) dan belum mampu bertransformasi menjadi strategi peningkatan kesejahteraan jangka panjang (livelihood transformation).
No other version available