Skripsi
JARINGAN SOSIAL PERDAGANGAN DAUR ULANG KATALIS DI KOTA PALEMBANG
Perdagangan daur ulang katalis merupakan aktivitas ekonomi yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan terhadap logam mulia yang terkandung di dalam katalis kendaraan. Di Kota Palembang, praktik jual beli katalis tidak hanya berlangsung sebagai transaksi ekonomi, tetapi juga melibatkan jaringan sosial yang terbentuk melalui interaksi antara pelaku usaha, pemilik kendaraan, bengkel, showroom, bengkel las knalpot, hingga pengepul barang rongsok. Fenomena ini menarik untuk diteliti karena belum ada kajian mendalam yang menjelaskan bagaimana jaringan sosial tersebut bekerja dan memengaruhi keberlangsungan perdagangan katalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses terbentuknya jaringan sosial dalam perdagangan daur ulang katalis serta mengidentifikasi bentuk jaringan sosial yang digunakan pelaku usaha dalam memenuhi permintaan pembeli. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan meliputi pelaku usaha katalis, pengepul, serta pihak-pihak pendukung lainnya. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dan teori yang digunakan adalah Teori Jaringan Sosial Mark Granovetter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan sosial dalam perdagangan katalis di Palembang bersifat kuat (strong ties), ditandai dengan kepercayaan, solidaritas, dan komunikasi intens antarpelaku usaha. Nilai-nilai sosial ini tidak hanya memperlancar transaksi, tetapi juga menjaga stabilitas usaha. Dengan demikian, jaringan sosial menjadi modal penting selain modal ekonomi dalam menopang keberlanjutan perdagangan daur ulang katalis di Kota Palembang. Kata Kunci: Daur Ulang, Jaringan Sosial, Katalis.