Skripsi
ANALISIS EFISIENSI OPERASIONAL PABRIK DAN KINERJA RANTAI PASOK TEPUNG TAPIOKA DI PT BUDI STARCH & SWEETENER Tbk LAMPUNG TIMUR
Industri pengolahan tapioka menempati posisi yang signifikan dalam struktur ekonomi Indonesia, khususnya dalam sektor manufaktur berbasis pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengukur tingkat efisiensi mesin, bahan baku, dan tenaga kerja pada operasional pabrik tapioka di PT Budi Starch & Sweetener Tbk menggunakan indikator kinerja operasional yang terukur, serta (2) menganalisis kinerja rantai pasok internal pabrik yang meliputi proses pengadaan bahan baku dan proses produksi dalam mendukung kelancaran operasional perusahaan. Penelitian dilaksanakan di Lampung Timur pada Februari–Maret 2026 dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan pendekatan studi kasus. Analisis efisiensi operasional dilakukan melalui pengukuran Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang meliputi availability, performance, dan quality, analisis rendemen (yield) untuk mengetahui efisiensi konversi bahan baku menjadi tepung tapioka, serta produktivitas tenaga kerja untuk mengukur efektivitas pemanfaatan sumber daya manusia. Sementara itu, analisis kinerja rantai pasok internal menggunakan pendekatan Supply Chain Operations Reference (SCOR) yang difokuskan pada proses source dan make, meliputi lead time pengadaan bahan baku, ketersediaan pasokan singkong, dan kepatuhan terhadap jadwal produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi operasional pabrik dipengaruhi oleh tingkat keandalan mesin, kontinuitas pasokan bahan baku, efektivitas penggunaan tenaga kerja, serta kelancaran proses produksi. Selain itu, ditemukan adanya beberapa kendala operasional seperti downtime mesin, ketidaksesuaian jadwal produksi, fluktuasi pasokan bahan baku, dan potensi kehilangan hasil produksi yang berdampak terhadap efisiensi perusahaan secara keseluruhan. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan rekomendasi perbaikan berupa peningkatan penerapan Total Productive Maintenance (TPM), optimalisasi pengadaan bahan baku melalui koordinasi yang lebih baik dengan pemasok, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta penguatan pengelolaan rantai pasok internal guna meningkatkan efektivitas produksi, efisiensi operasional, dan daya saing perusahaan secara berkelanjutan.
No other version available