Skripsi
PERAN UN WOMEN DALAM MENGATASI GLASS CEILING TERHADAP KARIER POLITIK PEREMPUAN RWANDA PASCA GENOSIDA 1994 (PERIODE 2013-2024)
Rwanda dikenal sebagai negara dengan proporsi perempuan di parlemen tertinggi di dunia. Namun masih adanya hambatan yang tak terlihat (glass ceiling) untuk perempuan Rwanda mencapai jenjang karier tertinggi di politik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran UN Women dalam memperkuat kesetaraan gender serta mendorong perkembangan karier politik perempuan di Rwanda pasca genosida 1994 pada periode 2013-2024. Penelitian ini menggunakan teori organisasi internasional (OI) dari Clive Archer melalui tiga dimensi; sebagai Instrumen, Arena, dan Aktor. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan sumber data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Hasil dari peran UN Women sebagai Instrumen dengan melalui kampanye HeForShe serta pelaksanaan program capacity building yang diperuntukkan bagi perempuan parlemen dan calon pemimpin politik. Dalam dimensi Arena, UN Women menyediakan forum diskusi dalam kegiatan International Women's Day dan Generation Equality Forum. Sementara itu, sebagai Aktor, UN Women berperan independen membuat program-program penunjang karier perempuan di Rwanda untuk memastikan keberlanjutan pemberdayaan perempuan di sektor politik namun sebagai aktor eksternal UN Women belum sepenuhnya mengatasi hambatan sistematis pada karier politik perempuan Rwanda. Kata Kunci: Peran, UN Women, Glass Ceiling, Karier Politik, Perempuan, Rwanda.
No other version available