Skripsi
PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG MEREK TERHADAP PENDAFTARAN HAK CIPTA KARYA SENI LUKIS YANG SERUPA DENGAN MEREK TERDAFTAR (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 40/PDT.SUS-HAK CIPTA/2024/PN NIAGA.JKT.PST)
Penelitian ini membahas perlindungan hukum bagi pemegang merek terhadap pendaftaran hak cipta atas karya seni lukis yang serupa dengan merek terdaftar, serta pertimbangan hakim dalam menilai keabsahan pencatatan hak cipta seni lukis “Secangkir Teh” pada Putusan Nomor 40/Pdt.Sus-Hak Cipta/2024/PN Niaga.Jkt.Pst. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tumpang tindih antara perlindungan merek dan hak cipta terhadap objek visual yang sama sehingga berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum dan merugikan pemegang merek yang lebih dahulu terdaftar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi pemegang merek serta pertimbangan hukum hakim dalam menilai keabsahan pencatatan hak cipta tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif dengan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi pemegang merek dilakukan melalui perlindungan preventif dan represif. Dalam perkara “Secangkir Teh”, perlindungan preventif belum berjalan optimal, sehingga perlindungan represif melalui gugatan pembatalan pencatatan ciptaan di Pengadilan Niaga menjadi sarana utama pemulihan hak. Hakim menilai bahwa Penggugat lebih dahulu memiliki merek terdaftar, sedangkan pencatatan hak cipta Tergugat tidak dapat dipertahankan, sehingga pencatatan tersebut dinyatakan tidak sah dan harus dihapus. Putusan ini pada dasarnya telah memberikan perlindungan hukum kepada pemegang merek.
No other version available