Skripsi
PENGARUH SUBTITUSI IKAN GABUS (Channa striata) DAN IKAN PATIN (Pangasius sp) TERHADAP SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK FORMULASI RICE CRACKERS UNTUK BALITA UMUR 6-11 BULAN
Rice crackers banyak diminati sebagai MPASI karena teksturnya mudah hancur dan lumer di mulut, namun umumnya memiliki kandungan gizi yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi ikan gabus dan ikan patin terhadap sifat fisik dan organoleptik rice crackers untuk balita usia 6–11 bulan. Penelitian menggunakan desain eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dengan formulasi substitusi dari ikan gabus yaitu F1 dengan 25% nasi putih : 25% ikan gabus, F2 dengan 10% nasi putih : 40% ikan gabus, dan substitusi dari ikan patin yaitu F3 dengan 25% nasi putih : 25% ikan patin, dan F4 dengan 10% nasi putih : 40% ikan patin. Uji sifat fisik dilakukan di Laboratorium Teknik Hasil Pertanian (THP) Universitas Sriwijaya, untuk menilai indikator warna dan tekstur. Sedangkan uji organoleptik dilakukan pada 40 ibu yang mempunyai balita umur 6-11 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rice crackers yang disubstitusi ikan gabus yaitu F1 dan F2 telah memenuhi syarat mutu menurut SNI 01-4307-1996 dengan tekstur saat masih adonan itu halus dan sesudah di oven itu renyah. Berdasarkan hasil uji organoleptik responden paling menyukai dari segi tekstur F2, warna F2, aroma F1, dan rasa F1. Hasil analisis bivariat menunjukan tidak ada perbedaan nyata antara F1, F2, F3 dan F4 (p-value >0,05). Untuk menentukan Formula terpilih menggunakan metode perbandingan eksponensial (MPE) yaitu F2.