Skripsi
ANALISIS HUBUNGAN REGULASI EMOSI DAN SELF ESTEEM TERHADAP RESILIENSI PADA IBU MENYUSUI YANG TIDAK BEKERJA DI KOTA PALEMBANG
Resiliensi merupakan kemampuan psikologis penting bagi ibu menyusui dalam menghadapi berbagai tantangan selama proses pemberian ASI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan regulasi emosi dan self-esteem terhadap resiliensi pada ibu menyusui yang tidak bekerja di Kota Palembang serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel berjumlah 153 ibu menyusui yang tidak bekerja dan memiliki anak usia 6–24 bulan, yang dipilih secara purposive Sampling di empat puskesmas. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstandar dan dianalisis melalui uji bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki resiliensi tinggi (56,9%), sedangkan 43,1% memiliki resiliensi rendah. Tidak terdapat hubungan signifikan antara emotions monitoring (p = 0,447) dan emotions modification (p = 0,187) terhadap resiliensi. Emotions evaluating berhubungan signifikan dengan resiliensi (p = 0,013). Pada variabel self-esteem, aspek kekuatan (p = 0,047) dan kemampuan (p = 0,022) menunjukkan hubungan signifikan dengan resiliensi, sedangkan keberartian (p = 0,306) dan kebijakan (p = 0,306) tidak berhubungan signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa emotions evaluating merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan resiliensi ibu menyusui yang tidak bekerja (p = 0,012 OR=2,406 95% CI: 1,210 – 4,788). Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kemampuan regulasi emosi dan aspek self-esteem dalam meningkatkan resiliensi ibu menyusui.
No other version available