Skripsi
AKUMULASI LOGAM BERAT Mn DAN Cd PADA UDANG JERBUNG (Penaeus merguensis) YANG DIDARATKAN DI SUNGSANG, KABUPATEN BANYUASIN, PROVINSI SUMATERA SELATAN
Udang jerbung (Penaeus merguiensis) merupakan komoditas perikanan penting di Perairan Sungsang, Kabupaten Banyuasin, yang berpotensi terpapar logam berat akibat aktivitas antropogenik di sepanjang aliran Sungai Musi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi logam mangan (Mn) dan kadmium (Cd) pada daging udang jerbung, membandingkan dengan baku mutu yang berlaku, serta menentukan batas aman konsumsi berdasarkan nilai Provisional Tolerable Weekly Intake (PTWI) FAO/WHO. Analisis logam berat dilakukan menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (AAS). Hasil penelitian menemukan bahwa konsentrasi Mn dalam udang Jerbung berkisar 3,16–3,21 mg/kg (rata-rata 3,18 mg/kg) dan Cd berkisar 0,46–0,51 mg/kg (rata-rata 0,48 mg/kg). Konsentrasi Cd masih berada di bawah batas maksimum SNI 7387:2009 (1,0 mg/kg), sedangkan Mn sedikit melebihi batas EFSA (3 mg/kg). Perhitungan MWI, MTI, dan ADI untuk berat badan manusia 58 kg menunjukkan bahwa konsumsi udang jerbung masih dalam batas aman, Meskipun demikian Cd memiliki batas konsumsi yang lebih ketat karena sifatnya yang toksik. Secara umum, kondisi udang Jerbung yang didaratkan di Perairan Sungsang berdasarkan akumulasi logam Mn dan Cd dalam dagingnya layak dikonsumsi, namun diperlukan pemantauan berkala untuk mencegah risiko paparan jangka panjang.
| Title | Edition | Language |
|---|---|---|
| AKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN TEMBAGA (Cu) PADA IKAN TONGKOL (EUTHYNNUS AFFINIS) DAN IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS) DI BEBERAPA PASAR KOTA PALEMBANG | id |