Text
BUKU SAKU INTERAKSI OBAT DAN MAKANAN; Pegangan dalam Penyusunan Terapi Diet
Zaman dahulu, pengobatan menjadi aspek yang diutamakan oleh banyak orang untuk mencapai hidup sehat. Namun, sekarang orang cenderung memilih tindakan pencegahan, karena biaya yang dibutuhkan relatif lebih rendah.Tubuh dapat membuat sendir sebagian kecil zat gizi, tetapi sebagian besar tidak dapat dibuat di dalam tubuh sehingga harus diperoleh dari luar (makanan). Zat gizi jenis ini disebut zat gizi esensial. Malnutrisi diartikan sebagai gizi yang salah sehingga dapat berarti kelebihan ataupun kekurangan zat gizi. Pencernaan adalah proses memecah makanan menjadi zat-zat gizi sehingga dapat diabsorpsi. Pencernaan makanan dimulai dari mulut hingga sampai ke anus melewati kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan rektum. Pencernaan terjadi dalam dua cara, yaitu mekanik dan kimiawi. Enzim-enzim yang berperan dalam proses pencernaan adalah: saliva, cairan lambung, cairan pankreas dan enzim usus, serta empedu. Absorpsi adalah masuknya zat gizi ke dalam darah atau sistem limfatik. Sistem ini mengangkut partikel larut lemak dan molekul yang berukuran besar untuk melewati pembuluh darah. Interaksi obat berdasarkan mekanismenya dapat dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu interaksi farmasetik, interaksi farmakokinetik, dan interaksi farmakodinamik. Makanan dapat berpengaruh pada obat, baik pada tahap absorpsi maupun metabolisme obat di dalam tubuh. Obat dan makanan dapat menimbulkan interaksi jika dikonsumsi bersamaan. Interaksi antara obat dan makanan sangat beragam. Interaksi ini dapat mengkatkan atau menurunkan efek obat. Reaksi alergi adalah respons sistem kekebalan tubuh terhadap zat yang belum diketahui oleh tubuh.
No other version available