Kritik sastra di perguruan tinggi adalah nama mata kuliah. Mata kuliah ini mengajak para mahasiswa belajar kritik sastra secara pro-porsional. Setiap jenjang pendidikan ada kritik sastra. Namun, esensinya berbeda-beda. Kritik sastra di sekolah dasar dan menengah, bisanya masih berupa latihan-latihan pemahaman. Bahkan cenderung siswa diajak mengapresiasi, agar muncul kepekaan kritik pada masa ya…
Sastra itu bisa diartikan secara luas, tanpa batas untuk memaknainya. Sastrawan atau siapa pun bebas memaknainya dari sisi mana pun. Memaknai sastra sama halnya dengan memandang bunga, dari pohon, akar, daun, sampai bunga. Bahkan ketajaman hidung mencium pun boleh-boleh saja.